Jumat, 13 Desember 2013

Indonesia oh Indonesia

Kebanyakan orang ketika ditanya mau berlibur kemana pasti dengan segera menjawab keluar negeri. Mulai dari yang terdekat sampai ke Eropa, Amerika dan Australia. Gengsi dan harga diri, itulah salah satu yang diperebutkan dengan pergi keluar negeri. Lebih keren kelihatannya udah nginjak negeri orang. Sibuk mencari-cari tempat-tempat yang bagus dan siap dikunjungi, tanya orang, liat di internet sampai mencoba ke bagian travelling.

Sudah pasti banyak biaya yang harus dibutuhkan, belum lagi harus mengurus paspor dan keperluan lainnya.Mereka hanya melihat jauh kedepan. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya disekeliling mereka itulah keindahan itu. Yap, Negara Indonesia sebenarnya menyimpan berjuta-juta keindahan yang belum tersentuh oleh tangan-tangan kreatif.

Tempat yang sering kita dengar adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Pulau Komodo, Tangkuban Perahu di Jawa Barat, Bunaken di Teluk Manado, Kuta Bali, Raja Ampat di Papua, dan masih banyak lagi tempat-tempat terkenal lainnya di Indonesia yang menyimpan sejuta keindahan dunia.

Masih banyak lagi tempat di Indonesia tidak kalah indahnya namun belum cukup dikenal oleh banak orang. Mari kita lihat satu persat.

1. Pantai Lovina
Pantai ini terletak di bali utara yakni kab buleleng, pantai lovina menyajikan sensasi yang berbeda dari pantai kuta di pantai lovina alam langsung berbicara mengenai keindahannya.
 

2. Pulau Mursala
Pulau yang dijadikan lokasi syuting sebuah film yang dibintangi oleh Atikah Hasiholan dan Rio Dewanto ini kini mulai menjadi primadona di Sumatra Utara.  Bak mutiara yang terpendam di dasar laut, pulau ini mulai terangkat dan ramai dikunjungi wisatawan domestik dan luar negeri.
Berkunjung ke pulau yang letaknya di sebelah barat daya Sibolga ini lebih asyik kalau membawa tenda dan berkemah di dekat pantai dan tidur dengan iringan alunan ombak. Jika tidak ingin kerepotan dengan membawa barang-barang kemping, kamu bisa menginap di rumah-rumah warga yang dijadikan penginapan karena di pulau ini masih belum tersedia hotel. Jadi bisa sekalian merasakan bagaimana kehidupan asli penduduk sini, bisa belajar kebiasaan dan adat istiadat setempat juga.

3. Air Terjun Tanah Merah
Terletak sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda tepatnya di dusun Purwosari kecamatan Samarinda Utara. Tempat ini merupakan pilihan tepat bagi wisata keluarga karena dilengkapi pendopo istirahat, tempat berteduh dengan pohon peneduh di sekitar lokasi, warung, areal parkir kendaraan yang luas, pentas terbuka dan tempat pemandian. untuk mencapai obyek wisata tersebut, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat serta angkutan umum trayek Pasar Segiri - Sungai Siring
 
4. Danau Kelimutu
Selain Pulau Komodo yang menjadi tujuan utama turis, danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Flores juga menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Danau kawah yang terletak di puncak Gunung Kelimutu itu memiliki tiga warna berbeda yang berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. Danau Kelimutu berada diketinggian 1.631 meter di atas permukaan laut dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.


Masih banyak lagi keindahan Indonesia yang sebenarnya belum diketahui oleh kita. Jangan hanya melihat keluar karena sebenarnya keindahan negara kita juga jauh lebih besar dari yang lain. Ada kita, kenapa harus orang lain yang menjaga dan melestarikan alam kita sendiri.

Rabu, 11 Desember 2013

Melayani sepenuh hati


Setiap orang di dunia ini pasti menginginkan yang namanya kesehatan. Kesehatan memang tidak bisa dibeli dengan uang. Banyak alternative yang diambil orang untuk mendapatkan kesehatan, mulai dari yang tidak membutuhkan biaya, seperti lari pagi sampai yang membutuhkan biaya yang cukup mahal, seperti membeli alat-alat kesehatan (alat fitnes).
Semua upaya yang orang lakukan itu semata hanyalah untuk dapat menikmati hidup ini. Bayangkan saja, kalau kita memiliki harta, jabatan, kehormatan dan semua yang dibutuhkan manusia, tetapi tidak memiliki kesehatan. Tentu tidak bisa menikmati semua itu. Justru yang ada hanyalah kesengsaraan yang tiada tara.
Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kehidupan ini. Setiap orang tentu sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kesehatannya, namun disisi lain orang tersebut memiliki kelemahan yang memungkinkan dirinya terserang penyakit. Dokter, itulah gelar yang bergerak dibidang kesehatan yang mempunyai ilmu lebih yang dapat dimintai keterangan mengenai penyakit seseorang dan bahkan mampu membantu pemulihan orang tersebut.

PELAYANAN KESEHATAN

Hanya sekedar berkonsultasi sebentar, sudah mendapatkan banyak uang. Belum kalau member resep obat dan sampai melakukan operasi, tentu sudah sangat banyak pendapatan yang diperoleh para dokter di dunia ini, khususnya di Indonesia. Seolah para dokter itu adalah raja. Orang yang sakit lah yang membutuhkan dokter. Itulah yang membuat pelayanan kesehatan di negeri kita ini menjadi semakin menurun. Tidak ada lagi keramahtamahan dirumah sakit, seolah-olah hanya mementingkan yang namanya uang. Tidak ada uang tidak akan diurus, tidak ada uang proses tidak dapat berjalan.
Padahal sebenarnya bukan hanya orang sakit yang membutuhkan dokter tetapi dokter juga membutuhkan orang sakit. Bayangkan kalau tidak ada orang sakit, pasti dokter tidak akan bekerja. Ini merupakan hubungan yang seharusnya saling melengkapi tanpa melibatkan ego pribadi. Tapi itulah realita kehidupan yang ada, seolah-olah dokter lah yang begitu dinantikan oleh orang sakit. Sehingga begitu banyak kematian sia-sia yang terjadi hanya karena terlambat mendapat penanganan dari bagian kesehatan.

“Kemana dokternya mba”  Tanya seorang Keluarga pasien

“Sebentar lagi ya Buk, dokternya sedang keluar ada praktek”  Jawab seorang perawat rumah sakit.

Itulah perbincangan singkat yang sering ditemui ketika kita mengantar Keluarga kita yang sedang sakit dan membutuhkan penanganan segera. Seolah, dari perbincangan singkat tadi, dokter lebih mementingkan praktek pribadi yang notabene nya menghasilkan uang lebih banyak dari pada dirumah sakit sendiri.  Ditunggu beberapa jam dokter pun tak kunjung datang, justru dokter datang disaat sudah lagi tidak dibutuhkan. Bahkan pasien ada yang sampai meninggal. Kemana dokter jaga yang seharusnya stand by melayani keluhan mendadak? Dimana proses penanganan yang seharusnya dilaksanakan dengan optimal? Apa harus menunggu nyawa melayang baru ditangani?

Saya memiliki banyak pengalaman yang tidak mengenakan di dunia kesehatan. Karena memang dari kecil saya merupakan pengunjung setia rumah sakit. Dari kecil memang saya sering sakit, mulai dari paru-paru basah, amandel yang sangat parah, susah makan sehingga badan saya sangat kurus. Tapi bukan itu yang mau saya bagikan kepada para pembaca. Tetapi mengenai ayah saya.

Ayah saya adalah seorang tentara yang merupakan prajurit paling depan. Pada waktu itu saya masih kecil namun sudah mengetahui sedikit kejadian pada waktu itu. Saya lupa pasti ayah saya menderita apa kemarin, kalau saya tidak salah mengenai organ bagian dalam gitu, tentang jantung. Ibu saya membawa ayah ke rumah sakit tentara supaya mendapat keringanan biaya. Sampai beberapa hari keadaan ayah saya semakin parah karena belum mendapatkan penangan yang cukup serius dari tim kesehatan. Sampai pada waktu itu, ada pasien yang masuk dan belum juga mendapatkan pertolongan segera. Hanya dimasukkan ke ruang inap dan diterlantarkan. Sampai keesokan harinya, pasien tersebut meninggal dunia.
Melihat kondisi tersebut, ibu saya sangat syok dan tidak dapat menunggu lebih lama lagi. Sampai ibu saya membuat keputusan untuk memindahkan ayah saya ke rumah sakit lain. Namun, ketika pihak rumah sakit dihubungi, mereka tidak mengijinkan. Dengan alas an ayah saya tentara dan merupakan tanggung jawab rumah sakit dan sudah terdaftar. Ibu saya semakin geram menghadapi kondisi ini. Ibu saya marah-marah dan langsung membawa keluar ayah dengan mengambil kursi roda untuk membawa ayah saya keluar rumah sakit. Melihat itu, pihak rumah sakit kebingungan dan mengatakan bahwa kejadian tersebut diluar tanggung jawab rumah sakit.

“Apa mau sampai meninggal baru mendapat penanganan?” Jawab ibu saya sambil meninggalkan rumah sakit dan meletakkan kursi roda di depan pintu ICU. Akhirnya ayah saya dibawa ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan segera meskipun dengan harga yang sangat mahal. Nyawa memang tidak bisa dibeli, itulah yang terpikir dalam benak ibu saya.


Itu pengalaman yang tak terlupakan.
Saya hanya berharap agar pelayanan kesehatan di Negeri kita ini bisa lebih dioptimalkan, terkhusus rumah sakit pemerintahan. Melayanilah dengan sepenuh hati mu :)




Senin, 09 Desember 2013

Indonesia Berprestasi

Hampir seluruh manusia di lapisan bumi ini selalu mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari perkembangan sosial, ekonomi, budaya, politik sampai ilmu pengetahuan yang berujung pada teknologi. Namun, dari semua perkembangan itu, sebenarnya berpusat pada satu titik, IPTEK itulah sebutan yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar. Dari dulu hingga sekarang, IPTEK terus mengalami perkembangan yang sangat sinifikan. Baru saja muncul yang baru sudah muncul yang lebih baru lagi. Betapa ketatnya persaingan IPTEK itu.

Mengapa IPTEK itu terus berkembang?
Kebutuhan manusia lah yang membuat IPTEK berkembang sangat pesat. Setiap manusia pasti menginginkan yang namanya kemudahan namun tetap mencapai hasil yang optimal. Itulah yang mendorong manusia menciptakan teknologi untuk menunjang hal tesebut yaitu dengan mengembangakan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan semua itu.

Internet, sebuah kata yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita semua. Itulah yang merupakan salah satu produk hasil dari IPTEK yang berkembang pesat sekarang ini. Internet sangat membantu manusia untuk memudahkan kelancaran tugasnya. Internet sudah dikenal diberbagai bidang kehidupan, terlebih pada bidang pendidikan. Ada satu metode yang sangat membantu proses pembelajaran dapat berjalan dengan optimal, yaitu metode e-learning.

E-learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan perangkat komputer dengan jaringan internet. Dengan adanya e-learning, memungkinkan penyampaian materi pelajaran dapat lebih optimal. Tidak lagi mengenal jarak, waktu dan tempat karena guru dapat memberi penjelasan dan teori melalui sambungan internet, memudahkan para pelajar untuk mendapatkan bahan pelajaran yang lebih optimal. Setiap orang dimungkinkan mendapatkan berbagai informasi yang baik dan lengkap kapanpun, dimanapu dan dengan kondisi apapun. Meskipun perkembangan jaringan internet di Indonesia belum merata, pemerintah sedang bergiat untuk memastikan semua daerah dapat terjangkau dengan internet.

Namun, disamping kemajuan itu, e-learning juga dapat membawa dampak negative yang cukup menggangu. Dengan metode e-learning, sama saja dengan membuat interaksi antara guru dan murid menjadi berkurang. Ini memungkinkan kurangnya rasa hormat dan sopan seorang murid terhadap guru. Ini juga membuat para murid kurang bersosialisasi sehingga ditakutkan kurangnya rasa percaya diri untuk berbicara secara langsung didepan umum.

Oleh, karena itu, agar perkembangan teknologi itu dapat mencapai sasaran dengan tepat, saya sangat berharap agar perkembangan IPTEK, khusunya motode pembelajaran e-learning dapat tetap diawasi dengan diimbangi perkembangan akhlak dan karakter murid. Seperti dengan cara tetap dilakukan adanya persentasi di ruang kelas untuk melatih interaksi murid untuk berbicara di depan umum, tetap dilakukan interaksi tatap muka sekali-kali, pelajaran agama dan kewarganegaraan lebih dioptimalkan. Dengan demikian, penyalahgunaan internet dapat diminimalkan. Sehingga dengan adanya keseimbangan tersebut, saya yakin dunia pendidikan di Indonesia akan dapat berkembang dengan pesat dan luar biasa. e-learning sangat penting, karakter juga tidak kalah penting. Jadi apabila keduanya berkesinambungan, hasil yang dicapai akan lebih optimal, bukan hanya ditingkat nasional tetapi internasional.

e-learning tanpa akhlak bagaikan rumah tak berpondasi
akhlak tanpa e-learning bagaikan pondasi tak berumah

e-learning dan akhlak baik bagaikan rumah dengan pondasi kokoh.

Majulah pendidikan bangsaku, Indonesia!!!

Kamis, 05 Desember 2013

Kesehatan Indonesia

           Sebenarnya apa sih yang menjadi hal terpenting dalam kehidupan ini?
      Ada yang bilang hal yang terpenting dalam kehidupan ini adalah kekayaan, kehormatan, dan keturunan yang sukses. Kalau mau kita pikir-pikir, ketiga hal itu memang yang paling dicari-cari dari kehidupan di dunia ini. Semua orang sibuk bekerja dari pagi hingga malam hanya untuk mendapatkan satu kata yang bagi semua orang sangat dinantikan, yaitu uang. Dengan adanya uang setiap orang tentu dapat membeli apa saja, mulai dari barang-barang yang diinginkan sampai kehormatan pun dapat dibeli.
          Kalau kita mau berpikir lebih jauh lagi, sebenarnya bukanlah ketiga hal tadi yang paling penting dalam kehidupan ini. Kesehatan, itulah sebenarnya yang paling penting untuk dikejar. Punya kekayaan, kehormatan dan keturunan yang sukses tapi kalau tidak memiliki  kesehatan, untuk apa? Itu artinya kita tidak bisa menikmati apa yang kita miliki. Satu-satunya yang hanya bisa dilakukan adalah termenung menahan rasa sakit dalam ruangan yang sempit. Bahkan, lebih buruk dari penjara. Rumah sakit? Siapa sih yang mau tinggal disitu?
        Tapi coba kita putar, punya kesehatan tapi tidak punya kekayaan, kehormatan dan keturunan yang sukses. Tentu masih jauh lebih baik karena dengan kesehatan yang dimiliki, bisa menikmati indahnya dunia. Gak ada kekayaan? Bisa bekerja, bahkan kehormatan dan keturunan pun bisa didapat. Jauh lebih enak tentunya memiliki kesehatan. Meskipun kekayaan, kehormatan dan keturunan yang sukses juga penting tetapi tentu kesehatan jauh lebih penting lagi.

        Bagaimana kalau kejadiannya lebih buruk lagi, tidak memiliki kekayaan, kehormatan dan keturunan yang sukses dan ditambah lagi tidak memiliki kesehatan. Kaum dhuafa atau miskin yang sedang sakit, itulah sebutan yang paling tepat untuk menggambarkan kejadian tersebut. Biaya kesehatan memang sangat-sangat mahal sehingga tidak jarang kita mendengar istilah "orang miskin dilarang sakit". Sungguh miris memang melihat kondisi itu. Banyak rumah sakit yang menolak untuk merawat pasien hanya dengan alasan klasik, bayar uang muka baru ditangani. Uang dari mana? Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, kaum dhuafa sudah berjuang penuh apalagi untuk bayar uang muka rumah sakit.
        Sebagai Warga Negara Indonesia, hati saya sangat terpukul melihat kondisi itu. Banyak saya jumpai kejadian yang mengiris hati, seperti adanya penolakan-penolakan dari pihak rumah sakit hanya alasan dana, korban kecelakaan yang tidak ditangani karena tidak ada uang muka, sampai masuk rumah sakit, namun tidak ditangani beberapa hari hanya karena dana dan sampai-sampai tidak sedikit pasien dhuafa yang semakin parah dan berujung nyawa. Padahal mereka berjuang ikut askes untuk membantu perawatan kesehatan mereka, tapi itu pun tidak berhasil dengan alasan kurang dana. Sampai-sampai ada berita baru-baru ini yang menyatakan adanya aksi mogok dokter yang berakibat banyak pasien terlantar.
         Bayangkan saja, kaum dhuafa sampai tidak makan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, bekerja siang hari dibawah teriknya matahari dan dinginnya malam hanya untuk menyambung hidup esok hari. Memang kesehatan mereka sangat rentan dengan keadaan seperti itu. Tapi kalau tidak begitu, mereka tidak bisa menyambung hidup. Tidak sedikit kaum dhuafa yang menahan sakitnya untuk tidak diobati hanya karena tidak memiliki biaya. Padahal seperti yang kita tahu dalam pasal 34 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara” Artinya, secara langsung disebutkan bahwa kaum dhuafa adalah tanggung jawab negara. Tapi kenapa masih ada kejadian mengerikan tadi?
          Jumlah alokasi pemerintah untuk kesehatan terbilang cukup tinggi yaitu Kementerian Kesehatan dalam RAPBN tahun  2014 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp44.859,0 miliar. Jumlah ini lebih  tinggi Rp8.266,9 miliar atau 22,6 persen bila dibandingkan dengan pagu APBNP tahun 2013  sebesar Rp36.592,2 miliar (sumber: depkeu.go.id). Tentu apabila dipergunakan dengan baik akan membantu pemenuhan kesehatan negara kita. Namun, hanya karena ulah para koruptor semua itu berubah. Dana yang dialokasikan tidak terkena pada sasaran yang tepat. Itulah pemicu utama yang menyebabkan kejadian tragis ini.
         Untuk mewujudkan Indonesia sehat sebenarnya tidaklah sulit hanya saja kalau semua lapisan di negara kita ini saling bekerjasama menggiatkan pentingnya kesehatan. Mulai dari kesadaran tidak mengkorupsi anggaran yang ada untuk kesehatan, sampai membentuk lembaga yang menjadi pemerhati dan sarana untuk mengumpulkan bantuan baik materi maupun non materi seperti Lembaga Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa yang menjadi wadah untuk menggiatkan pentingnya kesehatan bagi yang membutuhkan. Mari kita dukung terus lembaga-lembaga yang bergiat dalam hal kesehatan.
            Kalau bukan kita, siapa lagi?
            Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
         Saya yakin, rakyat Indonesia dapat memiliki kesadaran untuk memerhatikan kesehatan Indonesia. Suatu saat nanti tidak akan ada lagi berita yang menyatakan "rumah sakit menolak rakyat miskin" atau bahkan pernyataan "orang miskin dilarang sakit" karena saya percaya bahwa dengan artikel ini para pembaca akan sadar tentang pentingnya kesehatan dan menggiatkannya.         

           Kesehatan bukan milik orang berduit saja tetapi orang tidak berduit (miskin) pun berhak memilikinya.





Rabu, 04 Desember 2013

Nak Ogah

Ada yang punya komentar melihat gambar diatas?

Polantas, itu lah sebutan buat polisi yang tuganya mengatur urusan yang berbau lalu lintas. Kalau ada kemacetan, urusan sim, dan masih banyak lagi yang jelas tentang urusan lalu lintas deh.

Sebenarnya, pertanyaan ku cuma satu melihat gambar diatas. Dimanakah para pengatur lalu lintas yang sebenarnya? Apakah mereka sudah berubah menjadi sosok anak kecil yang tidak berseragam? Atau mereka malas bekerja untuk alasan kesehatan. Ditengah jalanan kan memang banyak debu, polusi, capek berdiri. Resiko kesehatan yang terlalu besar. Syukur-syukur gak kena tabrak pengguna yang ngebut-ngebutan di jalanan.

Setiap hari, ketika saya harus pulang kantor pada jam pulang semua kantor disitulah terjadi kemacetan yang membuat saya sendiri geram melihatnya. Setelah lama berjalan, sampailah tiba di persimpangan yang membuat saya semakin kesal. Dimanakah para pengatur lalu lintas itu? Seharusnya mereka mengurai kemacetan. Kenyataannya, keberadaannya saja tidak diketahui.

Dalam kemacetan itu, tidak lama muncul lah seorang anak, ekh ternyata dia tidak sendiri. Ada dua tiga, empat orang bersama dia. Apa yang mau mereka lakukan?
Ternyata mereka berdiri ditengah kemacetan dan membantu mengatur kemacetan itu. Tidak sedikit orang memberi uang kepada mereka. "Daripada lama terjebak kemacetan, lebih baik memberi uang untuk memperlancar jalan ku", itu lah yang terbersit dalam pikiran para pengendara. Ternyata jalanan ini juga bisa membawa rezeki buat segelintir orang.

Keberadaan Pak Ogah, Ekh ada juga sih Nak Ogah karena sebagian dari mereka memang masih kecil, sudah banyak dijalanan di berbagai daerah. Melihat itu semua, Saya masih bertanya-tanya dimanakah keberadaan pengatur lalu lintas sebenarnya? Terkadang mereka hanya muncul di saat-saat tertentu yang sebenarnya bukan untuk mengatur lalu lintas, malah untuk menunggu-nunggu kesalahan pengguna jalan, menilang dan kalau bisa dimintai uangnya.

Beberapa waktu yang lalu, saya sangat terkejut melihat realita yang ada. Ditengah kemacetan, saya melihat ada nak ogah yang mengatur jalanan. Tidak lama kemudian, setelah berhasil melalui kemacetan pas di persimpangan saya melihat petugas lalu lintas yang berseragam lengkap duduk di sebuah kedai menikmati rokok yang ada ditangannya sambil menikmati secangkir kopi atau teh.

Sebenarnya apa yang terjadi? Saya tidak bisa habis pikir, mengapa petugas itu hanya duduk diam? Malah Nak ogah itu yang mengatur jalanan. Apa mungkin hasil dari pemberian pengguna jalan kepada nak ogah itu, para petugas berseragam itu mendapat jatah?
Saya tidak tahu apa yang sebanarnya terjadi, segera saya melanjutkan perjalanan.

Memang petugas berseragam itu ada yang berintegritas, namun hanya sedikit.
Saya hanya berharap, Majulah Polisi Indonesia yang berintegritas.

Senin, 02 Desember 2013

Menjengkelkan!! Syukur deh,,


Kawan-kawan sekalian pasti sudah pernah mendengar pepatah yang mengatakan. "Bukan batu besar yang membuat seseorang itu terjatuh, tetapi kerikil kecil"
Kebanyakan orang pasti akan memiliki kewaspadaan yang sangat besar ketika sudah mengetahui tentang kejadian buruk yang akan terjadi pada dirinya. Kebanyakan orang juga akan tidak waspada ketika sesuatu itu akan berjalan dengan baik.

Disetiap rencana yang telah kita buat, pasti akan selalu ada saja yang mengganggu rencana itu. Bukan hal yang besar tetapi adalah hal yang kecil. Seperti ketika kita sudah memasang jam alarm untuk bangun pagi. Tapi karena terlalu lelah, tidak memperhatikan jam yang terpasang sehingga membuat kita terlambat bangun dan terlambat untuk beraktivitas. Masih banyak lagi hal-hal yang sudah kita rencanakan dengan baik tetapi harus terganggu dengan hal yang cukup sepele.

Marah, Kesal atau sedikit putus asa. Itulah ekspresi yang diluapkan oleh kebanyakan orang dengan kejadian sepele yang menggangu rencana yang telah kita susun. Tetapi, sebenarnya, itu semua bukan lah hal yang sepenuhnya merugikan orang. Justru dengan kejadian itu, mereka justru selamat akan tragedi yang harus menimpanya. Mereka mengucap syukur.



Ada yang masih ingat dengan kejadian WTC 11 september 2001 ga?
Banyak menelan korban jiwa dan menjadi berita terhangat pada waktu itu. Tapi, disini saya mau mengajak kalian semua untuk melihat dari sudut pandang lain.


  • Direktur sebuah perusahaan besar selamat dari tragedi “9/11″ di New York karena mengantar anaknya yang baru masuk TK;
  • Seseorang masih hidup karena saat itu tiba gilirannya untuk mengambil donat;
  • Seorang wanita terlambat karena alarm jam-nya tidak berbunyi tepat waktu;
  • Seseorang harus datang terlambat karena terjebak di NJ Turnpike, karena ada kecelakaan mobil;
  • Seseorang harus terlambat karena ketinggalan bis-nya;
  • Seseorang harus mengambil waktu mengganti pakaian karena terkena tumpahan makanan;
  • Mobil seseorang sedang mogok;
  • Seseorang harus kembali masuk ke rumah untuk menjawab telepon;
  • Salah satu ayah harus mengantar anaknya yang berlama-lama dan tidak bersiap-siap seperti seharusnya;
  • Seseorang harus terlambat karena tidak bisa mendapatkan taksi;
  • Dan salah satu yang juga mengejutkan adalah seseorang yang memakai sepasang sepatu baru pagi itu. Sebelum ia sampai di gedung, ia mendapati kakinya lecet. Ia pun berhenti di toko obat untuk membeli plester. Itu sebabnya ia masih hidup sampai hari ini.
  • - See more at: http://www.nusahati.com/2012/03/hal-kecil-yang-menyelamatkan/#sthash.dJO8DgEZ.dpuf
  • Direktur sebuah perusahaan besar selamat dari tragedi “9/11″ di New York karena mengantar anaknya yang baru masuk TK;
  • Seseorang masih hidup karena saat itu tiba gilirannya untuk mengambil donat;
  • Seorang wanita terlambat karena alarm jam-nya tidak berbunyi tepat waktu;
  • Seseorang harus datang terlambat karena terjebak di NJ Turnpike, karena ada kecelakaan mobil;
  • Seseorang harus terlambat karena ketinggalan bis-nya;
  • Seseorang harus mengambil waktu mengganti pakaian karena terkena tumpahan makanan;
  • Mobil seseorang sedang mogok;
  • Seseorang harus kembali masuk ke rumah untuk menjawab telepon;
  • Salah satu ayah harus mengantar anaknya yang berlama-lama dan tidak bersiap-siap seperti seharusnya;
  • Seseorang harus terlambat karena tidak bisa mendapatkan taksi;
  • Dan salah satu yang juga mengejutkan adalah seseorang yang memakai sepasang sepatu baru pagi itu. Sebelum ia sampai di gedung, ia mendapati kakinya lecet. Ia pun berhenti di toko obat untuk membeli plester. Itu sebabnya ia masih hidup sampai hari ini.
  • - See more at: http://www.nusahati.com/2012/03/hal-kecil-yang-menyelamatkan/#sthash.dJO8DgEZ.dpuf
  • Direktur sebuah perusahaan besar selamat dari tragedi “9/11″ di New York karena mengantar anaknya yang baru masuk TK;
  • Seseorang masih hidup karena saat itu tiba gilirannya untuk mengambil donat;
  • Seorang wanita terlambat karena alarm jam-nya tidak berbunyi tepat waktu;
  • Seseorang harus datang terlambat karena terjebak di NJ Turnpike, karena ada kecelakaan mobil;
  • Seseorang harus terlambat karena ketinggalan bis-nya;
  • Seseorang harus mengambil waktu mengganti pakaian karena terkena tumpahan makanan;
  • Mobil seseorang sedang mogok;
  • Seseorang harus kembali masuk ke rumah untuk menjawab telepon;
  • Salah satu ayah harus mengantar anaknya yang berlama-lama dan tidak bersiap-siap seperti seharusnya;
  • Seseorang harus terlambat karena tidak bisa mendapatkan taksi;
  • Dan salah satu yang juga mengejutkan adalah seseorang yang memakai sepasang sepatu baru pagi itu. Sebelum ia sampai di gedung, ia mendapati kakinya lecet. Ia pun berhenti di toko obat untuk membeli plester. Itu sebabnya ia masih hidup sampai hari ini.
  • - See more at: http://www.nusahati.com/2012/03/hal-kecil-yang-menyelamatkan/#sthash.dJO8DgEZ.dpuf
    1. Seorang direktur besar selamat karena tragedi tersebut hanya karena mengantar anak yang masuk TK
    2. Seseorang harus terlambat karena tidak dapat mendapatkan taksi
    3. Seorang wanita harus terlambat karena jam alarm yang dia buat tidak berdering tepat waktu.
    4. Bahkan yang lebih mengejutkan, seseorang yang memakai sepatu baru. Menyadari bahwa kakinya lecet setiba nya di kantor dan harus pergi ke apotek untuk membeli obat.

    Masih banyak lagi kejadian kecil yang membuat mereka selamat dan masih banyak lagi hal sepele yang justru malah menguntungkan orang tersebut dan juga bahkan orang lain yang terlibat didalamnya.



    Sekarang, mari kawan-kawan bahwa setiap kali kita mengalami hal yang begitu menjengkelkan; Terlambat bangun karena alarm tidak bunyi, terjebak karena kemacetan lalu lintas, tidak menemukan kunci kendaraan kita dan hal-hal sepele lainnya, jangan langsung cepat marah, kesal atau berputus asa tetapi cobalah kita menenagkan diri sejenak bahwa sebenarnya Tuhan selalu mengawasi kita.

    Sekecil apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, itu pasti memiliki makna sendiri. Mungkin belum sekarang tapi nanti akan terlihat sendiri tepat pada waktunya.

    Direktur sebuah perusahaan besar selamat dari tragedi “9/11″ di New York karena mengantar anaknya yang baru masuk TK; - See more at: http://www.nusahati.com/2012/03/hal-kecil-yang-menyelamatkan/#sthash.dJO8DgEZ.dpuf

  • Direktur sebuah perusahaan besar selamat dari tragedi “9/11″ di New York karena mengantar anaknya yang baru masuk TK;
  • Seseorang masih hidup karena saat itu tiba gilirannya untuk mengambil donat;
  • Seorang wanita terlambat karena alarm jam-nya tidak berbunyi tepat waktu;
  • Seseorang harus datang terlambat karena terjebak di NJ Turnpike, karena ada kecelakaan mobil;
  • Seseorang harus terlambat karena ketinggalan bis-nya;
  • Seseorang harus mengambil waktu mengganti pakaian karena terkena tumpahan makanan;
  • Mobil seseorang sedang mogok;
  • Seseorang harus kembali masuk ke rumah untuk menjawab telepon;
  • Salah satu ayah harus mengantar anaknya yang berlama-lama dan tidak bersiap-siap seperti seharusnya;
  • Seseorang harus terlambat karena tidak bisa mendapatkan taksi;
  • Dan salah satu yang juga mengejutkan adalah seseorang yang memakai sepasang sepatu baru pagi itu. Sebelum ia sampai di gedung, ia mendapati kakinya lecet. Ia pun berhenti di toko obat untuk membeli plester. Itu sebabnya ia masih hidup sampai hari ini.
  • - See more at: http://www.nusahati.com/2012/03/hal-kecil-yang-menyelamatkan/#sthash.dJO8DgEZ.dpuf
  • Direktur sebuah perusahaan besar selamat dari tragedi “9/11″ di New York karena mengantar anaknya yang baru masuk TK;
  • Seseorang masih hidup karena saat itu tiba gilirannya untuk mengambil donat;
  • Seorang wanita terlambat karena alarm jam-nya tidak berbunyi tepat waktu;
  • Seseorang harus datang terlambat karena terjebak di NJ Turnpike, karena ada kecelakaan mobil;
  • Seseorang harus terlambat karena ketinggalan bis-nya;
  • Seseorang harus mengambil waktu mengganti pakaian karena terkena tumpahan makanan;
  • Mobil seseorang sedang mogok;
  • Seseorang harus kembali masuk ke rumah untuk menjawab telepon;
  • Salah satu ayah harus mengantar anaknya yang berlama-lama dan tidak bersiap-siap seperti seharusnya;
  • Seseorang harus terlambat karena tidak bisa mendapatkan taksi;
  • Dan salah satu yang juga mengejutkan adalah seseorang yang memakai sepasang sepatu baru pagi itu. Sebelum ia sampai di gedung, ia mendapati kakinya lecet. Ia pun berhenti di toko obat untuk membeli plester. Itu sebabnya ia masih hidup sampai hari ini.
  • - See more at: http://www.nusahati.com/2012/03/hal-kecil-yang-menyelamatkan/#sthash.dJO8DgEZ.dpuf

    Kamis, 21 November 2013

    Senyum yang sedih

    Sekitar sebulan yang lalu saya mendengar kabar dati teman saya bahwa ada orang tua teman yang sedang sakit dan dirawat dirumah sakit. Ternyata tidak jauh, dia adalah orangtua teman saya yang merupakan teman kelompok saya bertumbuh secara rohani (sekarang ntah masih ada atau tidak kelompok itu, gak tau deh)

    Saya mencoba menghubungi dia, menanyakan kabarnya dan baru sekitar minggu yang lalu aku bisa meluangkan waktu ku untuk menjenguk ibunda tercintanya. Sahabat saya ini bernama naomi polosia hutajulu, ekh salah Naomi Berliana Hutajulu.


    Ketika saya datang, saya melihat ada senyum yang terlihat dengan beban yang berat. Ketika melihat sang bunda, saya hanya teringat dengan kejadian semasa saya kecil. Saya masih ingat ketika saya mempunyai jadwal rutin untuk mengecek kesehatan saya ke rumah sakit.

    Yaaa, memang benar semasa kecil saya sering keluar masuk rumah sakit. Berbagai penyakit harus saya lalui kala itu. Karena semua itu, saya sangat tidak kuat untuk mencium bau rumah sakit, apalagi kalau melihat alat-alat kedokteran yang memiliki bau khas. Tapi semua itu harus lah ku lawan.

    Sekarang Puji Tuhan saya sudah sehat dan jarang sakit lagi, bahkan banyak orang yang mengetahui masa kecil saya, tidak percaya kalau saya bisa tumbuh besar seperti sekarang ini. Demikian juga buat sahabat saya yang satu ini. Percaya aja dan tetap semangat, bunda mu pasti segera sembuh dan tidak akan sakit lagi. Akan segera muncul pelangi yang indah yang tidak pernah terpikirkan oleh mu selama ini.
    Jangan takut! Semua pasti Tuhan sudah sediakan. Apapun yang kamu butuhkan.
    Lekas Sembuh yaaaaa Bundaaa tercinta....


    Mazmur 30:3
    TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.
    Mazmur 41:4
    TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kau pulihkannya sama sekali dari sakitnya. 





    from : Jepang and Jerman

    Senin, 18 November 2013

    Hal Baru??? Siapa tatut, ckckc


    Selamat pagi dunia,
    Ada kutipan niii dari sang jenius yang spektakuler, Einstein "Siapapun yang tidak pernah membuat kesalahan, tidak pernah mencoba hal yang baru"
    Bener banget yang dibilang oleh sang jenius kita yang satu ini. Kalau kita tidak mencoba hal yang baru, maka kita tidak akan pernah maju atau boleh dibilang tidak akan pernah berbuat kesalahan.

    Loh? Sepertinya secara tidak langsung, kalian pasti berpikir kita harus bangga ketika berbuat kesalahan. Hehehe, Intinya sih bukan itu. Tapi, Bagaimana kita harus melalui yang namanya suatu proses, proses yang membuat kita mejadi lebih sukses lagi. Kalau kita tidak mau mencoba, maka kita tidak akan pernah tau sesuatu yang baru. Jangan takut gagal karena itu adalah awal dari keberhasilan. Semua Butuh proses.

    Menjadi seorang blogger?hehehe, belum pernah kepikiran sih. Tapi, ya itulah yang sedang ku coba jalani. Bermula dari rasa bosan yang ada ketika bekerja, tidak tahu mau berbuat apa. Main fb gak enak sama atasan, yah, menyalurkan ide-ide saja lah melalui tulisan.

    Kebetulan sekali, ada sahabat saya yang memang sudah terjun sangat lama di dunia blogger. Sahabat saya ini bernama Sabda Awal.

    Kemampuannya menjadi seorang blogger jangan pernah diragukan lagi. Menjadi seorang penulis, seorang pebisnis penjualan tiket, promo barang melalui blog dan masih banyak lagi pengalaman luar biasa, itulah yang mengajari saya bagaimana harus bermain-main menjadi seorang blogger. Masih mencoba sih dan blog saya juga masih sederhana tapi cukup senang bisa mengisi waktu luang yang ada dengan hal yang baru.

    Ada satu lagi ni, senioran saya dalam menjadi blogger. Namanya Manto Lubis tapi pengennya di panggil Moses. Gak tau deh kenapa, kalau ada yang mau tau langsung ke orangnya saja yaa, hehehe


    Selang beberapa hari dia membuat blog, saya juga mengikuti jejaknya. Tapi, jangan salah. Meski terbilang baru. Sahabat saya yang satu ini seperti sudah memiliki pengalaman yang sangat banyak di dunia blog. Tulisannya saja sudah banyak, bahkan blog nya sudah terkenal dan dibaca oleh banyak orang. Membuat berbagai fariasi dalam blog juga sudah jago, wow keren yaaa.

    Yap, itulah sahabat-sahabat ku. Mereka lah yang membantu ku untuk menjadi blogger, yaaa meski masih kecil-kecilan. Semoga suatu saat nanti akan menjadi besar. Semua kan butuh proses. Kalau gagal, yaaa bangkit aja lagi. Gitu ajah kox repot yaaa, hehehehe
    Jadi,
                                           Jangan takut mencoba hal yang baru ya kawan!

    Jumat, 15 November 2013

    Rumahku bersih Rumahku kotor


    Lagi duduk-duduk ni di tempat kerjaan. Gak tau mau ngapain, mau berbagi bingung buat apa. Nanya teman sekantor, ngobrol-ngobrol tentang 'Bumi Hanya Titipan' jadi muncul deh ide tentang bagaimana kita harus menyelamatkan dan melestarikan bumi kita ini. Bener. Bumi ini memang hanya titipan. Tapi kok banyak ya yang tega merusak bumi kita hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi masing-masing orang.



    Gak, terasa ya bentar lagi kita mau mengadakan pesta rakyat. Apa itu?
    Pesta Demokrasi. Kita sebagai rakyat Indonesia akan melakukan pemilihan umum untuk orang no 1 di Indonesia dan wakil kita di parlemen nantinya. Tentu sekarang lah waktu yang tepat untuk mereka-mereka memperkenalkan siapakah dirinya. Yaaa, buat apa lagi coba kalau gak untuk menarik simpati rakyat. Ada yang menjual nama keluarga, gelar, pengalaman, banyak deh. Perkenalan itu mulai dilakukan melalui Media Televisi, Koran, pemasangan baliho dan apa saja yang penting orang kenal dia dan simpati memilihnya sampai-sampai memberi uang,hihii.

    Pasti kalian pada bingung yaaaaa, dua paragraph di atas kok jalan ceritanya gak nyambung. Sebenarnya memang gak nyambung kalau tidak ada paragraph berikutnya, hehehe. Tenang dulu, disini saya belum selesai bercengkrama di tulisan ini. Disini saya ingin menggabungkan antara kedua paragraph diatas dan itulah initinya dari rumahku bersih rumahku kotor.

    Dimusim kampanye ini, sudah banyak baliho-baliho yang terlihat di sepanjang jalan, mulai yang berada di tempat papan iklan sampai yang diletakkan disembarang tempat. Bukan memperindah kota malah justu merusak pemandangan. Dalih-dalih memerhatikan rakyat justru merusak kota yang sudah indah dibentuk dengan sedemikian rupa.

    Para politikus hanya mementingkan diri sendiri. Mereka hanya menebar janji untuk menjaga kota dengan baik, namun dengan baliho yang ada mereka malah mengotori kota itu sendiri. Tidak sedikit juga mereka yang memasang baliho di pohon, di tempat yang bukan merupakan papan iklan, di pinggir jalan sehingga membuat pemandangan kota menjadi kotor. Rumahku yang bersih telah dikotori dengan janji kotor melalui baliho itu.


    Komisi Pemilihan Umum yang sudah menetapkan waktu istirahat dimana tidak boleh ada lagi baliho yang terpampang sangat tidak digubris oleh para politikus itu. Sampai-sampai petugas KPU bekerjasama dengan Satpol PP daerah setempat membersihkan semua baliho yang ada. Kemana para politikus itu?
    Sepertinya memang benar, rumahku yang bersih dikotori oleh orang-orang yang mengatasnamakan dirinya 'pembersih rumah'. Seakan-akan pesta demokrasi adalah ajang mengotori 'rumah' kita.

    Mari kita lebih bijak melihat itu dan menjaga 'rumah' kita.
    Memang benar 'Bumi ini hanya titipan yang harus kita jaga' Kalau tidak kita yang menjaga, Siapa lagi?
    Jangan kotori rumahku.

    Nb : Khusus Politikus Tolong lebih Bijak lagi dalam berkampanye, rakyat kenal siapa dirimu kalau anda memang benar (buat yang tertarik didunia politik juga nantinya)

    Kamis, 14 November 2013

    Nikmatnya kebersamaan

    hahahahaa

    kalian semua pasti pada punya yang namanya seorang teman kan?sahabat juga boleh,, atauuuuu kekasih mungkin yaaaa. Sekarang itu memang lagi meenyerbak diantara kaum muda sehingga terkadang teman atau sahabatnya saja lupa karena kekasih, ckckckc
    Padahal sebelum jadian, dikit-dikit curhat sama kawan. Pas udah jadi, lupa semua.

    Disini aku mau bercerita bahwa sebenarnya yang namanya teman atau sehabat itu gak kan pernah terganti kan deh. Mereka mampu membuat suasana yang sebenarnya tidak mengasikkan menjadi lebih asik, karena ada kamu di sampingku kawan.
    hahahaha, lebay dikit yaaa

    Bermula dari ketidak jelasan setelah tamat dari perguruan tinggi kedinasan. Yap, disitulah awal cerita ini berjalan. Ada yang memilih nganggur dirumah, ada yang memilih untuk magang mandiri yang katanya tidak dibayar (tapi ada laa, dikit-dikit) hingga yang memulai karir sebagai kuiser handal. w o w

    Ada 2 orang sahabatku yang begitu luar biasa, namanya andi dan loksa. Mereka lah yang menjadi biang kerok dari semua ini (ngeri juga yaaa, biang kerok) soriii yaaa :p
    Ditengah kegalauan menanti ketidak pastian setelah tamat. Mereka berdua memilih menjadi kuiser handal, mulai dari memenangkan voucher belanja, voucher makan sampai mendapatkan alat telekomunikasi canggih zaman sekarang yang bisa menghubungi orang dari jauh (mau bilang hp aja susah).

    Mereka berdua memenagkan voucher 200.000. Mereka mengajak kami ke sebuah restoran ternama bernama excelso di bilangan medan polonia tepatnya hermes,ckckckc
    mereka mengajak kami makan. Dengan sangat kaget kami melihat harga yang begitu wow bisa dibilang. Niatnya mentraktir, malah harus mengorek kantong sangat dalam.

    Karena sudah terlanjur duduk, kami memesan makanan yang ada dan sepakat untuk tek tek an dalam membayar. Sambil menunggu makanan tiba kami berbincang mengenai kegiatan kami selama masa penantian ini, ketawa bersama, sampai akhirnya suasana berubah tegang ketika bon pembayaran datang.
    sekitar 500.000 yang tertera disitu. Kami mengumpulkan uang dan membayarnya. Namun tidak selancar itu, kami sempat bercekcok ria dengan petugas restoran karena uang nya kurang. Tapi kami ngotot benar. Setelah dicek, ternyata pemenangnya kamu, horeeeeeee.

    Biasanya untuk makan seharga itu, kami berpikir, maklum lah anak kos. Tapi karena kebersamaan itu, semua uang tidak terasa bagi kami. Uang memang bisa di cari tapi persahabatan itu tidak bisa brooo :) Lihat saja sampai ketika di foto ada sahabat kami mengacungkan jempolnya menyatakan 'Luar Biasa'
    Jadi, jagalah persahabatan itu dengan baik kawan :)

    you can buy house but not home :)

    cc : Andi, Loksa, Manto, Joel, Etherman, Jerry


    Minggu, 10 November 2013

    Aku tidak bisa???

    Kalian semua pasti sudah pernah dengar perkataan itu kan?
    Entah itu di tempat pendidikan, keluarga, lingkungan bermain atau dimana saja yang pernah kalian jalani.
    Entah kenapa perkataan itu sering sekali keluar dari mulut orang-orang. Belum saja dia melihat apa yang akan dikerjakan atau apa yang akan ditawarkan, mereka langsung saja menolak dengan berkata 'Aku tidak bisa'

    Hanya sedikit orang-orang yang mencoba hal baru, mereka ingin mencari pengalaman, menambah wawasan atau bahkan pergaulan. Kebanyakan orang pasti tidak mau mencoba hal yang baru dan lebih memilih hidup yang ini-ini saja.

    Nah, khusus untuk sekarang, saya bukan mau membahas mengenai apa yang ditawarkan kepada setiap orang sehingga mereka berkata 'Aku tidak bisa' tetapi lebih kepada perkataan itu.

    Perkataan itu boleh dibilang sebenarnya adalah penghalang besar buat setiap orang yang memeliharanya. Penghalang apa? yaa,, tentu penghalang segalanya. Jadi, kata kata itu sebenarnya harus dibuang jauh-jauh dari setiap kehidupan pribadi kita.

    Kenapa sih kata-kata itu sering muncul?
    Tentu ada banyak alasan yang dapat disampaikan, mulai dari 'saya belum pernah', 'saya tidak terbiasa', 'akh, nanti dulu tunggu dapat pengalaman', atau bahkan 'saya lebih enak seperti ini' jadi perkataan aku tidak bisa itu seperti memang sudah menjadi santapan sehari-hari.

    Sebenarnya setiap orang itu dibekali oleh berbagai kemampuan yang bahkan tidak dimiliki oleh orang lain. Namun, untuk mengetahui kemampuan itu kita harus mencoba. Jangan pernah membatasi dirimu dengan perkataan tadi. Sebenarnya kita itu bisa melakukan banyak hal, namun bukan orang lain yang menjadi penghambatnya tetapi kita sendiri. Kita yang membatasi diri kita untuk mencoba hal baru. Berkata aku tidak bisa, tunggu pengalaman, malas dan masih banyak lagi.

    Ingat!! Kesempatan itu tidak datang dua kali, selagi ada kesempatan ya coba saja. Masalah berhasil atau tidak, bisa atau tidak itu masalah belakangan. Hal yang terpenting adalah kamu mau mencoba nya. Dengan begitu kamu akan tahu siapa dirimu dan kembangkan itu.

    Orang yang menjadi pemenang bukan lahir begitu saja. Ada banyak proses yang terjadi. Ketika kamu sudah mempersiapkan diri dan kemudian datang kesempatan, maka kamu lah pemenangnya.
    So
    don't waste the time, get your success


    jangan tunda esok kalau sekarang bisa.
    Blogger Medan Community