Minggu, 01 Juni 2014

Sudah dimana kalian?

Sekitar tiga minggu yang lalu, itu lah tepat pertama kalinya saya mengikuti diklat setelah saya bekerja. Diklat Prajabatan Golonga II Periode II di LPMP Medan. Rasanya tidak sabar untuk mengikuti diklat ini karena diklat ini memang salah satu syarat untuk diangkat menjadi PNS. Memang sedikit ketakutan itu ada, bagaimana kalau tidak lulus. Ditengah jadwal yang sangat padat ditambah lagi dengan banyak tugas yang ada. Tapi didalam benak saya harus tetap positif.

Pengurusan administrasi pun selesai. Pada hari minggu, 4 Mei 2014 saya berangkat ke lokasi diklat. Saya mendapat nomor kamar 14. Banyak wajah baru yang saya jumpai, namun ada juga wajah lama yang membuat saya sedikit bernostalgia dengan teman-teman seangkatan kuliah saya. Mereka ada yang dari aceh, penjuru sumatera utara, dan yang membuat saya terkejut ada yang dari tahuna, talaud juga ada. Ada yang baru dengar tempat itu? Saya juga baru dengar. Sulawesi Utara, dekat perbatasan filipina. Disitulah tepatnya. Jauh banget ya. Bayangkan saja, untuk menuju kesana saja, butuh jalur udara, laut dan darat. Lengkap sudah, yang terpikir dalam benak saya, ternyata aku masih belum mengenal Indonesia, terlalu luas.

Hari pertama dilakukan upacara pembukaan, lalu diikuti dengan kegiatan pemberian arahan, pengenalan oleh pelatih dari marinir. Seperti diklat prajab pada umumnya, belajar, tugas, semua dilakukan dengan teratur dan sangat padat. Harus pintar jaga kesehatan. Disini saya tidak mau terlalu dalam membahas tentang diklat nya, tapi tentang sosialnya.

Disini saya merasa benar Indonesia, banyak suku dari berbagai daerah. Logat yang khas, perilaku, tindakan sampai sifat yang juga khas dan terkadang membuat kesal. Namun, disitu semua berbaur menjadi kekayaan. Saya tidak menyangka kalau kami semua bisa seakrab itu. Di awal diklat, saya sedikit ragu, bagaimana menyatukan banyak perbedaan menjadi satu tujuan.

Hari demi hari kami jalani, tidak terasa ternyata kami semakin kompak. Mulai dari baris-berbaris, kumpul makan sampai olahraga bermain voli melawan pelatih dan didukung supporter yang mambangkitkan semangat.Hingga tibalah acara penutupan dan diklat pun selesai. Diakhir diklat, kami membuat acara malam keakraban. Sedih, senang terharu semua bercampur aduk. Ada yang menangis, tertawa semua ekspresi itu ada. Malam itu adalah malam terakhir buat kami bisa berkumpul karena pada pagi harinya, kami akan kembali ke tempat kerja masing-masing.

Diklat pertama yang begitu berkesan. Nikmat untuk diceritakan, tapi kalau diulang jangan yaaaa, hehehe
Semoga kami semua bisa lulus prajab dan kelak setelah menjadi PNS dan pejabat, semoga kebersamaan itu tidak pernah hilang.

Rabu, 19 Maret 2014

Po li tikus

Ada yang mau jadi caleg?
Tentu banyak donk. Tapi kenapa yaaaaaa?
Uangnya banyak? so pasti.
Bisa korupsi? so pasti juga
Banyak deh yang enaknya kalau menjadi anggota legislatif di negara kita ini. 

Tinggal daftar ke parpol, cari simpati, tebar janji atau kalau mau lebih meyakinkan. 'serangan fajar' artinya kasih duit di pagi hari pada hari pencoblosan. Gak perlu uang jutaan atau ratusan ribu, Rp. 50.000 saja sudah cukup atau bahkan Rp.20.000 terkadang sudah bisa membeli satu suara.

Setelah terpilih menjadi anggota dewan, janji ya tinggal janji. Lupa dengan apa yang telah dideklarasikan, kalau terhimpit ya tinggal bilang 'sudah saya ajukan tapi memang banyak kendala' Peduli amat dengan nasib rakyat, yang penting gue happy.

Uang kampanye sudah habis. Setelah mendapat kursi, itulah saatnya mengambil kembali uang yang habis. Ibarat, caleg kasih uang ke rakyat, ya kalau terpilih uang rakyat di ambil lagi. Korupsi. enak tenan, haaaahaa.

Uang modal kampanye udah balik, ambil uang rakyat lagi deh buat nambah-nambah tabungan dan kekayaan untuk hidup mewah. Korupsi. enak tenan, haaahaaaa

Kalau ditangkap, ya tinggal sogok, udah aman.

Tidak semua memang para caleg itu yang seperti tadi. Masih ada yang baik dan memang berintegritas. Tetapi siapa yang memilih? 
R A K Y A T
Mereka lah yang punya wewenang untuk memilih mana yang layak atau tidak.

Sebenarnya yang melahirkan koruptor itu, ya rakyat itu sendiri. Mereka yang memilih koruptor itu untuk mewakili mereka. Dikasih uang, langsung pilih. Tiba ada korupsi menyalahkan orang.

Buat para pemilih nanti, ayo donk lebih bijak. Kalian yang akan memilih wakil masing-masing. Jangan hanya karena uang yang sedikit, ekh jadi salah pilih. Jangan tergiur dengan kenikmatan yang cuma sebentar. Bayangkan saja, kalau para caleg itu menghabiskan banyak uang untuk menyogok rakyat, darimana mereka mau mengembalikan uang mereka dan bahkan mengambil untung? Korupsi.

Jangan melihat dari apa yang baru mereka lakukan ketika mau mencalonkan diri tapi dari bagaimana di hidup selama ini. Anda akan memilih untuk 5 tahun kedepan. Itu bukan waktu yang sebentar untuk menjadi wakil anda di legislatif. Kalau yang anda pilih benar-benar menjadi wakil anda, uang yang anda terima itu sebenarnya tidak ada apa-apanya.

Anda bukan butuh uangnya tapi butuh wakil rakyat yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Baliho yang dipasang ditaman kota, pinggir jalan bahkan yang di'pakukan' ke pohon itu kan sangat merusak. Bagaimana mereka mau memperjuangkan kebersihan lingkungan kalau mereka saja sudah merusak lingkungan. 

Masih banyak lagi yang bisa kita lihat dari caleg itu. Tidak usah dalam skala yang besar, sebenarnya banyak hal yang kecil yang bisa kita lihat dan sebenarnya itu sudah mewakili kehidupan mereka. Orang itu terjatuh bukan karena batu besar tapi kerikil yang kecil.
Mari 9 April jadilah bijak untuk memilih wakil anda 5 tahun kedepan dan tentu juga jangan lupa mari kita doakan semua lancar yang baik.

Jangan nodai pesta demokrasi ini!

Menunggu itu asyik

Siapa sih yang ingin menunggu?
Kalau sebentar sih gak masalah, ya gimana kalau sampai berjam-jam?
Wah pasti nya gak ada yang mau donk.

Jengkel, kesal, marah bahkan sampai ada yang membatalkan janji nya karena kelamaan nunggu.
Tapi tunggu dulu, menunggu apa dulu ini? Kalau menunggu atasan atau senior jangan coba-coba deh. Jangan kan marah, mau ninggalin dan batalin janji? Oh, udah buat keputusan yang fatal itu. Gak perlu menunggu lama, surat terguran bahkan mungkin pemecatan pun bisa segera keluar. Jadi berabe urusan kalau gini.

Marah dan kesal sama teman sendiri sih masih gak masalah. Sama doi pun masih bisa lah marah dikit-dikit, hehehee. Memang sih gak ada yang mau menunggu apalagi kalau sudah janjian.Selain kondisi hati yang jadi tidak enak, waktu pun banyak yang terbuang dengan sia-sia.

Daripada kesal dan marah-marah, yuk kita gunain waktu kita dengan hal-hal yang lebih berguna. Mungkin bagi yang suka membaca buku, bisa sambil membaca buku ketika sedang menunggu, wawasan juga jadi bertambah kan. Membaca novel juga boleh daripada marah gak jelas. Kalau lupa membawa apa-apa, hp tentu bawa donk, bisa menjelajah membaca berita terbaru atau kalau memang tidak tau lagi ya sambil bermain game di hp.

Mari kita isi waktu kita dengan hal-hal yang baik, menunggu itu asyik juga loh. Semua tergantung pribadimu yang melihatnya, yaaa nikmati ajalah.

Selasa, 18 Maret 2014

Tiada keberhasilan tanpa melalui kegagalan

Menjadi seorang penemu?
Menjadi seorang peneliti yang terkemuka di dunia?
Menjadi seorang yang paling berpengaruh di dunia ini?
Tentu saja bisa. Tapi tentu saja tidak semudah yang dipikirkan. Tidak akan terwujud dengan begitu saja. Butuh yang namanya proses yang mungkin tidak sekali dua kali mengalami kegagalan dan mungkin juga memakan waktu yang cukup lama.

Proses. Itulah yang akan dialami seseorang untuk mencapai yang namanya 'garis finish'. Proses yang tentu pastinya akan sangat keras. Banyak orang yang hanya melihat hasil dari proses itu. Mereka hanya beranggapan bahwa hasil itu diperoleh dengan begitu saja tanpa mau tahu bagaimana proses yang sebenarnya telah dialami untuk mendapatkan keberhasilan itu.

Itulah yang menyebabkan banyak orang gagal dalam menempuh perjalanan itu. Baru sekali dua kali gagal namun tidak ingin maju lagi. Proses waktu yang cukup lama, maka langsung menyerah. Kebanyakan orang hanya berpikir pendek dan instan. Seolah-olah semua akan terjadi begitu saja tanpa usaha yang banyak. Anda akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan harga yang anda beli.

Sebenarnya perbedaan antara orang gagal dan berhasil sangat tipis. "Orang gagal itu hanya kalah satu kali bangkit dengan orang berhasil" Banyak orang sudah mencoba namun gagal dan bangkit kembali. Namun pada saat jenuhnya, mereka menyerah dan putus asa. Padahal mereka tidak menyadari bahwa mereka hanya butuh satu kali bangkit lagi saja untuk meraih sukses itu. Namun karena tidak mau bangkit, maka yang sia-sia bukan hanya pada saat itu saja tapi sejak pertama kali dia mencoba.

Jadi, kalau anda sudah ingin mengejar sesuatu, kejarlah seoptimal mungkin dan jangan lupa berdoa. Maka semua pasti akan indah pada waktunya.

Jumat, 28 Februari 2014

Jagalah Mudamu

Bertambahnya umur tentu menandakan semakin tuanya seseorang. Namun, jangan salah dulu. Umur boleh saja bertambah.Tapi tua bisa anda minimalkan. Loh kok bisa?

Banyak orang pasti berasumsi kalau sudah semakin tua maka yang namanya penyakit akan banyak bermunculan. Sulit untuk bergerak, badan menjadi kaku sampai melakukan kegiatan berat saja sudah tidak mampu lagi. Jangankan itu semua, hanya untuk duduk dan berdiri saja sudah sedikit kewalahan.

"wah saya sudah tidak muda lagi" Pernyataan yang sering kita dengar dari banyak orang tua. Umur memang selalu bertambah, tapi jangan salah kebugaran dan kesehatan itu tidak datang dengan tiba-tiba. Banyak yang bisa kita jumpai para orang tua yang sudah cukup berumur namun masih saja melakukan berbagai kegiatan yang sudah tidak seharusnya dikerjakan untuk seumurannya.

Lah, bagaimana bisa dia melakukan itu semua?

Bukan hal yang sulit untuk bisa seperti itu. Semua tergantung dengan pola makan, gizi dan apakah kita berolahraga atau tidak selagi muda. Intinya, seperti pepatah bilang "apa yang anda tabur itulah yang anda tuai" Itu sama juga artinya dengan bagaimana anda tua itu tergantung dengan bagaimana anda muda.

"Selagi muda nikmati saja semua makanan enak, nanti kalau tua sudah tidak bisa" Pernyataan itu menunjukan seolah-olah bahwa kalau sudah tua itu pasti akan sakit. Itu semua pemikiran yang salah. Anda ingin tetap memiliki kesehatan, maka buat lah masa muda anda berarti dengan gizi yang baik dan olahraga yang cukup. Maka sekalipun umur anda bertambah, kebugaran dan kesehatan anda akan tetap terjaga.
Blogger Medan Community