Sekitar tiga minggu yang lalu, itu lah tepat pertama kalinya saya mengikuti diklat setelah saya bekerja. Diklat Prajabatan Golonga II Periode II di LPMP Medan. Rasanya tidak sabar untuk mengikuti diklat ini karena diklat ini memang salah satu syarat untuk diangkat menjadi PNS. Memang sedikit ketakutan itu ada, bagaimana kalau tidak lulus. Ditengah jadwal yang sangat padat ditambah lagi dengan banyak tugas yang ada. Tapi didalam benak saya harus tetap positif.
Pengurusan administrasi pun selesai. Pada hari minggu, 4 Mei 2014 saya berangkat ke lokasi diklat. Saya mendapat nomor kamar 14. Banyak wajah baru yang saya jumpai, namun ada juga wajah lama yang membuat saya sedikit bernostalgia dengan teman-teman seangkatan kuliah saya. Mereka ada yang dari aceh, penjuru sumatera utara, dan yang membuat saya terkejut ada yang dari tahuna, talaud juga ada. Ada yang baru dengar tempat itu? Saya juga baru dengar. Sulawesi Utara, dekat perbatasan filipina. Disitulah tepatnya. Jauh banget ya. Bayangkan saja, untuk menuju kesana saja, butuh jalur udara, laut dan darat. Lengkap sudah, yang terpikir dalam benak saya, ternyata aku masih belum mengenal Indonesia, terlalu luas.
Hari pertama dilakukan upacara pembukaan, lalu diikuti dengan kegiatan pemberian arahan, pengenalan oleh pelatih dari marinir. Seperti diklat prajab pada umumnya, belajar, tugas, semua dilakukan dengan teratur dan sangat padat. Harus pintar jaga kesehatan. Disini saya tidak mau terlalu dalam membahas tentang diklat nya, tapi tentang sosialnya.
Disini saya merasa benar Indonesia, banyak suku dari berbagai daerah. Logat yang khas, perilaku, tindakan sampai sifat yang juga khas dan terkadang membuat kesal. Namun, disitu semua berbaur menjadi kekayaan. Saya tidak menyangka kalau kami semua bisa seakrab itu. Di awal diklat, saya sedikit ragu, bagaimana menyatukan banyak perbedaan menjadi satu tujuan.
Hari demi hari kami jalani, tidak terasa ternyata kami semakin kompak. Mulai dari baris-berbaris, kumpul makan sampai olahraga bermain voli melawan pelatih dan didukung supporter yang mambangkitkan semangat.Hingga tibalah acara penutupan dan diklat pun selesai. Diakhir diklat, kami membuat acara malam keakraban. Sedih, senang terharu semua bercampur aduk. Ada yang menangis, tertawa semua ekspresi itu ada. Malam itu adalah malam terakhir buat kami bisa berkumpul karena pada pagi harinya, kami akan kembali ke tempat kerja masing-masing.
Diklat pertama yang begitu berkesan. Nikmat untuk diceritakan, tapi kalau diulang jangan yaaaa, hehehe
Semoga kami semua bisa lulus prajab dan kelak setelah menjadi PNS dan pejabat, semoga kebersamaan itu tidak pernah hilang.
Pengurusan administrasi pun selesai. Pada hari minggu, 4 Mei 2014 saya berangkat ke lokasi diklat. Saya mendapat nomor kamar 14. Banyak wajah baru yang saya jumpai, namun ada juga wajah lama yang membuat saya sedikit bernostalgia dengan teman-teman seangkatan kuliah saya. Mereka ada yang dari aceh, penjuru sumatera utara, dan yang membuat saya terkejut ada yang dari tahuna, talaud juga ada. Ada yang baru dengar tempat itu? Saya juga baru dengar. Sulawesi Utara, dekat perbatasan filipina. Disitulah tepatnya. Jauh banget ya. Bayangkan saja, untuk menuju kesana saja, butuh jalur udara, laut dan darat. Lengkap sudah, yang terpikir dalam benak saya, ternyata aku masih belum mengenal Indonesia, terlalu luas.
Hari pertama dilakukan upacara pembukaan, lalu diikuti dengan kegiatan pemberian arahan, pengenalan oleh pelatih dari marinir. Seperti diklat prajab pada umumnya, belajar, tugas, semua dilakukan dengan teratur dan sangat padat. Harus pintar jaga kesehatan. Disini saya tidak mau terlalu dalam membahas tentang diklat nya, tapi tentang sosialnya.
Disini saya merasa benar Indonesia, banyak suku dari berbagai daerah. Logat yang khas, perilaku, tindakan sampai sifat yang juga khas dan terkadang membuat kesal. Namun, disitu semua berbaur menjadi kekayaan. Saya tidak menyangka kalau kami semua bisa seakrab itu. Di awal diklat, saya sedikit ragu, bagaimana menyatukan banyak perbedaan menjadi satu tujuan.
Hari demi hari kami jalani, tidak terasa ternyata kami semakin kompak. Mulai dari baris-berbaris, kumpul makan sampai olahraga bermain voli melawan pelatih dan didukung supporter yang mambangkitkan semangat.Hingga tibalah acara penutupan dan diklat pun selesai. Diakhir diklat, kami membuat acara malam keakraban. Sedih, senang terharu semua bercampur aduk. Ada yang menangis, tertawa semua ekspresi itu ada. Malam itu adalah malam terakhir buat kami bisa berkumpul karena pada pagi harinya, kami akan kembali ke tempat kerja masing-masing.
Diklat pertama yang begitu berkesan. Nikmat untuk diceritakan, tapi kalau diulang jangan yaaaa, hehehe
Semoga kami semua bisa lulus prajab dan kelak setelah menjadi PNS dan pejabat, semoga kebersamaan itu tidak pernah hilang.
