Rabu, 06 November 2013

Aku yang terbuang sia-sia

tiiiittt tin tin, breemmm,
woooiiii, majuuuuuu
majuuu wooiiiiiiiiii

Hahahaha, ada yang tau gak sebenarnya itu suara apa dan biasanya berada dimana?
Yap, kalian semua pada tau. Bener banged, itu hanya sebagian kecil dari suara kebisingan di sepanjang lalu lintas ibu kota. Eiittt, tunggu dulu. Sepertinya bukan hanya di ibu kota saja ya, sekarang gak melihat waktu dan tempat. Dimana-mana suara itu pasti sudah manjalar.

Kemacetan.
yaaa, itu lah kata yang paling tepat untuk mengungkapkan venomena alam diatas. Rasanya ketinggian juga ya kata venomena alam itu, hehehe. Tapi memang bener kox, kemacetan sudah banyak menggangu aktivitas manusia. Bayangkan! Jarak yang dekat harus di tempuh dalam waktu yang sangat lama. Kemacetan juga banyak membuat orang harus beraktivitas bahkan di dalam kendaraannya masing-masing, itu hanya untuk menghemat waktu juga sih. Belum lagi kendaraan yang menimbulkan polusi, supir-supir angkutan yang marah-marah mengejar penumpang, huh masih banyak lagi laaaa. Rasanya, kalau tidak terbiasa dengan keadaan itu, bisa menimbulkan stress ringan juga yaaa, hmm.

Eiitttt, tunggu dulu. Sebenarnya, bukan itu yang mau batriks ulas. Tapi ada hal yang sebenarnya tidak kalah penting yang perlu kita pikirkan namun hanya sedikit orang yang memikirkannya.

Minyak Bumi.

Waktu kita sekolah dulu, pasti pernah donk belajar yang namanya ilmu pengetahuan alam. Disini kita bukan mau belajar IPA ya, tapi ada yagn khusus mau kita angkat. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. pernah dengar donk kata itu? Nah, menurut kalian minyak bumi termasuk yang mana? dapat diperbaharui atau tidak?
Bener banget, minyak bumi adalah salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Suatu saat nanti minyak bumi akan habis. Sungguh keadaan yang menyedihkan di tengah-tengah peradaban dunia yang begitu tergantung dengan minyak bumi.

Banyak peneliti yang melakukan berbagai eksperimen untuk mencari alternatif, seperti daun jarak yang bisa menghasilkan solar, kemudian ada lagi penggiatan mobil listrik. Banyak deh yang sedang di giatkan. Semua itu hanya untuk memenuhi kebutuhan kehidupan yang bergantung dengan minyak bumi. Anak cucu kita bisa gak ya menikmati minyak bumi itu?
Bisa, semua tergantung kita yang hidup sekarang.

Kita memang bukan seorang peneliti atau seorang ilmuwan atau bahkan orang pintar yang bisa menghasilkan produk baru. Tapi ada satu yang pasti melekat dalam diri kita, yap. Kita adalah seorang Konsumen, termasuk konsumen minyak bumi.

Setiap hari kita menggunakan sepeda motor, mobil atau bahkan naik kendaraan umum sekalipun, disadari atau tidak, kita adalah konsumen minyak bumi. Pernah gak teman-teman pikirkan bahwa ketika kemacetan terjadi ada berapa banyak bahan bakar yang dihabiskan dengan percuma? belum lagi disetiap perempatan lampu merah dan dikalikan jumlah kendaraan yang ada disetiap tempat, setiap kota, di satu negara bahkan sampai di seluruh dunia.
wow, benar-benar tidak terbayangkan. Berapa banyak yang terbuang dengan sia-sia. Ditambah lagi pertumbuhan kendaraan bernotor semakin lama semakin bertambah.

Minyak bumi pasti akan habis. Tetapi kita bisa menghambat laju nya.
Dengan cara apa?
Kita dukung program pemerintah dengan menggunakan kendaraan umum. Banyak yang bepergian hanya sendiri tetapi menggunakan mobil pribadi, rasanya sangat disayangkan. Padahal masih banyak kendaraan umum yang dapat dipergunakan. Namun, memang tidak dapat kita salahkan masyarakat, karena bila naik kendaraan umum, faktor keselamata, keamanan, kenyamanan masih menjadi pertanyaan buat kita. Semua fasilitas yang belum memadai yang mengakibatkan orang tidak mau beralih ke transportasi massal.

Pemerintah dan masyarakat harus sama-sama bekerja sama untuk menyukseskan semua itu. Pemerintah menyediakan fasilitas yang mendukung dan masyarakat mau menggunakan fasilitas tersebut.
Melihat kondisi di atas, batriks mau mengutip sedikit perkataan mantan presiden as yang begitu terkenal yang mengatakan 'Jangan tanya apa yang sudah negara berikan padamu, tapi tanya lah apa yang sudah kamu berikan kepada negara'
Jadi jangan tunggu pemerintah bekerja, tapi kerjakan dulu apa yang bisa kita kerjakan, pasti suatu saat nanti pemerintah akan mendukungnya dengan lebih cepat. mari, jadilah agen perubahan yagn membawa dampak positif bagi semua orang dan di setiap masa.

Salam Agen Perubahan.

5 komentar:

Blogger Medan Community