Ada yang punya komentar melihat gambar diatas?
Polantas, itu lah sebutan buat polisi yang tuganya mengatur urusan yang berbau lalu lintas. Kalau ada kemacetan, urusan sim, dan masih banyak lagi yang jelas tentang urusan lalu lintas deh.
Sebenarnya, pertanyaan ku cuma satu melihat gambar diatas. Dimanakah para pengatur lalu lintas yang sebenarnya? Apakah mereka sudah berubah menjadi sosok anak kecil yang tidak berseragam? Atau mereka malas bekerja untuk alasan kesehatan. Ditengah jalanan kan memang banyak debu, polusi, capek berdiri. Resiko kesehatan yang terlalu besar. Syukur-syukur gak kena tabrak pengguna yang ngebut-ngebutan di jalanan.
Setiap hari, ketika saya harus pulang kantor pada jam pulang semua kantor disitulah terjadi kemacetan yang membuat saya sendiri geram melihatnya. Setelah lama berjalan, sampailah tiba di persimpangan yang membuat saya semakin kesal. Dimanakah para pengatur lalu lintas itu? Seharusnya mereka mengurai kemacetan. Kenyataannya, keberadaannya saja tidak diketahui.
Dalam kemacetan itu, tidak lama muncul lah seorang anak, ekh ternyata dia tidak sendiri. Ada dua tiga, empat orang bersama dia. Apa yang mau mereka lakukan?
Ternyata mereka berdiri ditengah kemacetan dan membantu mengatur kemacetan itu. Tidak sedikit orang memberi uang kepada mereka. "Daripada lama terjebak kemacetan, lebih baik memberi uang untuk memperlancar jalan ku", itu lah yang terbersit dalam pikiran para pengendara. Ternyata jalanan ini juga bisa membawa rezeki buat segelintir orang.
Keberadaan Pak Ogah, Ekh ada juga sih Nak Ogah karena sebagian dari mereka memang masih kecil, sudah banyak dijalanan di berbagai daerah. Melihat itu semua, Saya masih bertanya-tanya dimanakah keberadaan pengatur lalu lintas sebenarnya? Terkadang mereka hanya muncul di saat-saat tertentu yang sebenarnya bukan untuk mengatur lalu lintas, malah untuk menunggu-nunggu kesalahan pengguna jalan, menilang dan kalau bisa dimintai uangnya.
Beberapa waktu yang lalu, saya sangat terkejut melihat realita yang ada. Ditengah kemacetan, saya melihat ada nak ogah yang mengatur jalanan. Tidak lama kemudian, setelah berhasil melalui kemacetan pas di persimpangan saya melihat petugas lalu lintas yang berseragam lengkap duduk di sebuah kedai menikmati rokok yang ada ditangannya sambil menikmati secangkir kopi atau teh.
Sebenarnya apa yang terjadi? Saya tidak bisa habis pikir, mengapa petugas itu hanya duduk diam? Malah Nak ogah itu yang mengatur jalanan. Apa mungkin hasil dari pemberian pengguna jalan kepada nak ogah itu, para petugas berseragam itu mendapat jatah?
Saya tidak tahu apa yang sebanarnya terjadi, segera saya melanjutkan perjalanan.
Memang petugas berseragam itu ada yang berintegritas, namun hanya sedikit.
Saya hanya berharap, Majulah Polisi Indonesia yang berintegritas.

woii santai kau geng. aku ini anak jalanan. .:)
BalasHapusjangan-jangan pak polisinya yg bilang kek gitu,hahaha
Hapus